Menu ✖

Mode Gelap
Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

Daerah

Pengamanan Natal di Gereja Pelabuhan Ratu, Banser Tegaskan Peran Strategis dalam Merawat Harmoni Kebangsaan

badge-check


					Pengamanan Natal di Gereja Pelabuhan Ratu, Banser Tegaskan Peran Strategis dalam Merawat Harmoni Kebangsaan Perbesar

Nuqtoh.or.id Pelabuhanratu, Sukabumi, 24/12/2025 — Di tepi samudera selatan yang tak pernah lelah berdebur, sahabat-sahabat Banser Pelabuhan Ratu berdiri siaga mengawal perayaan Natal di Gereja Pelabuhan Ratu. Di antara angin laut dan lantunan doa, mereka hadir sebagai penanda bahwa keamanan adalah bahasa iman yang bekerja dalam sunyi.

Pengamanan yang dilakukan Banser bukan sekadar tugas teknis, melainkan ikrar ideologis. Seragam hijau loreng menjelma pagar nurani, menjaga agar setiap umat beribadah tanpa rasa cemas. Di sinilah Islam menampakkan wajahnya yang dewasa: militan dalam nilai, teduh dalam pergaulan; tegas menjaga prinsip, lapang merawat kemanusiaan.

Ketua PAC GP Ansor Pelabuhan Ratu, Muhammad Fadil Muadillah, menegaskan bahwa kehadiran Banser adalah panggilan sejarah. “Menjaga saudara yang beribadah adalah bagian dari akhlak kebangsaan. Damai tidak lahir sendiri, ia dijaga oleh mereka yang mau berdiri ketika yang lain berdoa,” ujarnya. Bagi Ansor-Banser, pengamanan adalah ibadah sosial yang berakar pada Islam rahmatan lil ‘alamin.

Satkoryon Banser Pelabuhan Ratu, Ruli Septian, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan adalah doa yang bergerak. “Barisan kami adalah dzikir yang diwujudkan dalam disiplin. Setiap langkah pengamanan adalah niat baik agar harmoni tetap utuh,” tuturnya. Militansi Banser terletak pada kesetiaan menjaga, bukan pada amarah menghadang.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Ahmad Firdaus, menegaskan posisi ideologis Ansor-Banser sebagai penyangga NKRI dan penjaga ruang hidup bersama. “Menjaga gereja di malam Natal adalah pelajaran tauhid sosial, mengakui martabat manusia, merawat persaudaraan kebangsaan, dan membuktikan bahwa iman tidak pernah takut pada perbedaan,” tegasnya.

Pengamanan Natal di Pelabuhan Ratu menjadi narasi kebangsaan yang hidup: ketika iman bertemu tanggung jawab, lahirlah ketenangan yang dirasakan bersama. Banser memilih berjaga agar doa-doa dapat terbang tinggi tanpa bayang kecemasan.

Di kota pesisir ini, malam Natal berlalu dengan damai. Dan di balik ketenangan itu, ada barisan yang setia berdiri. Karena bagi Banser, menjaga damai adalah jihad kemanusiaan, pengabdian yang tak perlu sorak, cukup kehadiran yang teguh.

___

Editor : Moch Fahmi Amiruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia”

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

“Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa”

16 Maret 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara

8 Maret 2026 - 17:25 WIB

” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

1 Maret 2026 - 18:34 WIB

Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Trending di News