Menu ✖

Mode Gelap
Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

Artikel

HAKIKAT ZOMBIE / MAYAT HIDUP

badge-check


					HAKIKAT ZOMBIE / MAYAT HIDUP Perbesar

Lain halnya dengan orang bodoh, yang ketika masih hidupnya pun sudah dianggap seperti mati, karena tidak adanya sesuatu yang bisa dimanfaatkan pada dirinya , tidak ada ilmu yang bisa diamalkan dari dirinya, dan dianggap seperti sampah (tidak berguna).

akan tetapi kita tidak akan bisa keluar dalam gelapnya kebodohan tersebut, kecuali dengan cahaya ilmu.

لا يخرج من ظلمات الجهل إلاّ بنور العلم

” Engkau tidak akan bisa keluar dari gelapnya kebodohan, kecuali dengan cahaya Ilmu”.

Untuk itu mari kita sama-sama lebih giat lagi dalam mencari ilmu, supaya kita menjadi orang yang berharga dihadapan Allah dan bermanfaat bagi seluruh manusia, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

خير الناس أنفعهم للناس

“Sebaik-baiknya orang, adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain “.

Hilangkan kebodohan yang ada pada diri kita, karena bodoh merupakan kegelapan yang bisa membuat kita menjadi salah arah, dan bodoh merupakan musuh terbesar diri kita yang bisa membuat kita binasa.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata :

لا عدو أعدى من الجهل، والمرء عدو ماجهل

“tidak ada musuh yang harus lebih dimusuhi selain dari kebodohan, dan manusia merupakan musuh dari suatu kebodohan”.

Syeikh Al’Arif billah Al-Habib Ali bin Abu Bakr As-Sakran mengatakan dalam kitab Risalah Al-Mudzakaroh, karya Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin ‘Alawy Al-Haddad :

الجهل نار لدين المرء يحرقه • والعلم ماء لتلك النار يطفيها

“Bodoh bagaikan api yang bisa membakar agama seseorang, sedangkan Ilmu bagaikan air untuk memadamkannya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya

7 April 2026 - 00:52 WIB

Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan

12 Maret 2026 - 22:03 WIB

Di Antara Bara dan Rahim Bumi: Sukabumi Menakar Energi dalam Timbangan Maslahat

13 Februari 2026 - 18:13 WIB

foto : istimewa (hanya ilustrasi)

Jejak Sunyi Seorang Santri Keteguhan Hati Menapaki Magister di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

13 Februari 2026 - 14:11 WIB

Foto Istimewa

Ketika Akal Menolak Berlutut: Pencerahan, Moral Otonom, dan Martabat Manusia

10 Februari 2026 - 11:40 WIB

Trending di Artikel