Menu ✖

Mode Gelap
Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

Daerah

Habib Syarief Tekankan Empat Pilar: Menjawab Intoleransi dan Disinforma

badge-check


					Habib Syarief Tekankan Empat Pilar: Menjawab Intoleransi dan Disinforma Perbesar

Bandung, di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan banjir informasi yang kerap menyesatkan, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief Muhammad, kembali menegaskan urgensi penguatan nilai-nilai kebangsaan. Lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di MTs PPTQ Assalaam, Kota Bandung, Sabtu, 13 Desember 2025, ia menempatkan Empat Pilar bukan sekadar dokumen normatif, melainkan kompas moral kehidupan berbangsa.

Forum yang dihadiri tokoh masyarakat, pendidik, pemuda, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan itu menjadi ruang refleksi bersama atas tantangan kebangsaan mutakhir. Menurut Habib Syarief, menguatnya intoleransi, fragmentasi sosial, serta maraknya hoaks tidak bisa dilepaskan dari rapuhnya pemahaman kebangsaan di tingkat akar rumput.

“Empat Pilar bukan slogan seremonial. Ia adalah pedoman etis yang seharusnya hidup dalam tindakan sehari-hari warga negara,” ujar Habib Syarief di hadapan peserta. Ia menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diterjemahkan menjadi sikap konkret, terutama di ruang sosial dan digital.

Ia menyoroti peran strategis generasi muda yang kerap menjadi sasaran empuk disinformasi dan narasi ekstrem. Di tengah derasnya arus media sosial, kata dia, penguatan wawasan kebangsaan menjadi benteng agar pelajar dan pemuda tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang memecah belah.

Dalam pemaparannya, Habib Syarief menguraikan Pancasila sebagai dasar sekaligus pandangan hidup bangsa, UUD 1945 sebagai fondasi konstitusional, NKRI sebagai konsensus final bernegara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai simpul perekat keberagaman Indonesia. Keempatnya, menurut dia, saling terkait dan tak bisa dipahami secara parsial.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta mengangkat persoalan konkret, mulai dari lemahnya pendidikan Pancasila di sekolah, peran pemuda dalam merawat persatuan, hingga tantangan melawan disinformasi di media sosial. Dialog itu menunjukkan bahwa Empat Pilar tidak berdiri di ruang hampa, melainkan bersentuhan langsung dengan realitas keseharian masyarakat.

Menutup kegiatan, Habib Syarief menyerukan keterlibatan aktif peserta untuk menjadi agen penguatan nilai kebangsaan di lingkungannya masing-masing. “Toleransi dan kebersamaan tidak lahir dari ceramah semata, tetapi dari praktik. Empat Pilar adalah milik seluruh rakyat Indonesia,” katanya, (13/12/2025)

Di tengah iklim kebangsaan yang terus diuji, sosialisasi semacam ini menjadi pengingat bahwa fondasi negara tidak cukup dijaga di atas kertas. Ia menuntut kesadaran, keberanian, dan konsistensi untuk terus dihidupkan.

 

Penulis : M. Ikbal Fauzan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia”

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

“Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa”

16 Maret 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara

8 Maret 2026 - 17:25 WIB

” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

1 Maret 2026 - 18:34 WIB

Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Trending di News