Menu

Mode Gelap
Komisi I DPRD KBB Tinjau Lokasi Bencana di Desa Kertawangi, Sandi Supyandi: “Negara Tidak Boleh Absen di Tengah Derita Warga” EMPIRISME: KETIKA AKAL TURUN KE TANAH Doa Solidaritas dan Rakerancab GP Ansor Cipeundeuy Teguhkan Kepedulian Kemanusiaan dan Konsolidasi Organisasi Ketika Dunia Mengutuk, Langit Mencatat Ketika Akal Menggugat Takhta Langit: Rasionalisme dan Awal Modernitas Cahaya yang Tak Pernah Padam: Haul Pendiri dan Masyayikh Al-Masthuriyah 2026

Daerah

Banser Cicurug Kawal Apel PAM Nataru: Iman yang Siaga, Kebangsaan yang Terjaga

badge-check


					Banser Cicurug Kawal Apel PAM Nataru: Iman yang Siaga, Kebangsaan yang Terjaga Perbesar

Nuqtoh.or.id, Cicurug, Sukabumi 24/12/2025 — Di bawah langit pergantian tahun, saat arus manusia dan harapan mengalir deras, Banser Cicurug hadir dalam Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru (PAM Nataru) sebagai barisan yang menautkan iman dan disiplin. Bukan sekadar formasi, melainkan sikap hidup: berjaga agar damai tetap bernapas.

Keterlibatan Banser Cicurug dalam Apel PAM Nataru menegaskan peran strategis mereka sebagai penjaga simpul-simpul kerukunan. Seragam loreng hijau bukan hanya tanda kesiapsiagaan, tetapi simbol sumpah sunyi, bahwa keamanan publik adalah ladang ibadah, dan ketertiban sosial adalah tafsir iman yang paling nyata.

Ketua PAC GP Ansor Cicurug, Saeful Anwar, menegaskan bahwa kehadiran Banser adalah panggilan ideologis. “Kami berdiri di sini untuk memastikan ruang-ruang publik aman, agar setiap warga dapat merayakan dan melintas tanpa rasa cemas. Ini ikhtiar kebangsaan yang berakar pada nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya. Dalam logika perjuangan, militansi Banser bukan pada kerasnya suara, melainkan pada konsistensi menjaga.

Satkoryon Banser Cicurug, Aditya Krisna Prabowo, menambahkan bahwa apel dan pengamanan adalah latihan kesetiaan pada amanah. “Barisan kami adalah dzikir yang bergerak. Setiap titik pengamanan adalah niat baik agar harmoni tetap utuh,” tuturnya. Bagi Banser, kesiapsiagaan adalah doa yang dipanjatkan melalui kerja yang rapi dan terukur.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Ahmad Firdaus, menegaskan garis ideologis Ansor-Banser sebagai penyangga NKRI dan penjaga kemanusiaan. “Pengamanan Nataru adalah ruang pengabdian lintas iman dan lintas kepentingan. Di sanalah Islam menunjukkan wajahnya yang dewasa, tegas menjaga prinsip, lapang merawat perbedaan,” tegasnya.

Apel PAM Nataru di Cicurug menjadi cermin kebangsaan: ketika negara, masyarakat, dan organisasi kepemudaan bertemu dalam satu niat, lahirlah ketenangan yang dirasakan bersama. Banser Cicurug membuktikan bahwa keamanan bukan sekadar prosedur, melainkan etika; bukan sekadar tugas, melainkan pengabdian.

Di setiap pergantian tahun, Banser memilih berjaga. Karena bagi mereka, menjaga damai adalah ibadah sosial, sebuah jihad kemanusiaan yang tak perlu sorak, cukup kehadiran yang setia.

____

Editor : Moch Fahmi Amiruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi I DPRD KBB Tinjau Lokasi Bencana di Desa Kertawangi, Sandi Supyandi: “Negara Tidak Boleh Absen di Tengah Derita Warga”

30 Januari 2026 - 16:03 WIB

Doa Solidaritas dan Rakerancab GP Ansor Cipeundeuy Teguhkan Kepedulian Kemanusiaan dan Konsolidasi Organisasi

25 Januari 2026 - 15:34 WIB

Ketika Dunia Mengutuk, Langit Mencatat

25 Januari 2026 - 08:45 WIB

Cahaya yang Tak Pernah Padam: Haul Pendiri dan Masyayikh Al-Masthuriyah 2026

18 Januari 2026 - 03:50 WIB

Merawat Api Perjuangan: BANSER Wilayah II Sukabumi Perkuat Sinergi Organisasi

17 Januari 2026 - 16:19 WIB

Trending di Collection