Menu ✖

Mode Gelap
Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

Daerah

Menanam Sanad Kepemimpinan, Menjaga Khidmah: PKD Perdana Ansor Kalapanunggal

badge-check


					Menanam Sanad Kepemimpinan, Menjaga Khidmah: PKD Perdana Ansor Kalapanunggal Perbesar

Nuqtoh.or.id, Kalapanunggal, Sukabumi — Di tengah arus zaman yang kerap menjauhkan generasi muda dari akar tradisi dan nilai kebangsaan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, meneguhkan komitmennya dalam merawat kaderisasi. Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan I yang diselenggarakan pada 29–30 Desember 2025 di Pondok Pesantren Al-Manshuurriyyah, Jl. Raya Kalapanunggal, Desa Kadununggal.

Pemilihan pesantren sebagai lokasi kegiatan bukan sekadar teknis, melainkan simbol ideologis. Pesantren adalah ruang kelahiran nilai, tempat sanad keilmuan dan akhlak dirawat, serta ladang subur bagi tumbuhnya kepemimpinan yang berakar pada Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Di ruang inilah PKD dimaknai sebagai proses pembentukan manusia Ansor yang kokoh iman, matang nalar, dan teguh dalam pengabdian.

Ketua PAC GP Ansor Kalapanunggal, M. Hanfi, menegaskan bahwa PKD merupakan pondasi awal dalam menyiapkan kader pemimpin yang berkarakter.

“PKD adalah ikhtiar membentuk kader yang memahami organisasi bukan sebagai ruang kekuasaan, melainkan medan khidmah. Ansor harus melahirkan pemimpin yang tawadhu’, berdisiplin, dan setia pada nilai Aswaja serta keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Tri Hardianto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan disiplin organisasi, militansi gerakan, serta kesadaran sejarah Ansor sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“PKD ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia adalah proses menempa mental dan karakter, agar kader Ansor siap mengemban amanah organisasi dan umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kaderisasi PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Nanji Bahrul Zawad, menekankan bahwa kaderisasi adalah denyut nadi organisasi.

“Melalui PKD, kader diperkenalkan pada nilai-nilai dasar ke-Ansor-an dan ke-NU-an, sehingga lahir generasi yang berpikir jernih, bersikap moderat, dan bergerak dalam bingkai maslahat,” jelasnya.

Dukungan dan arahan juga disampaikan oleh Ketua Tanfidz MWCNU Kalapanunggal, Kyai Samsul Huda. Dalam mauidzahnya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan dalam tradisi NU adalah amanah yang harus dijaga dengan akhlak.

“Pemimpin itu bukan yang paling tinggi suaranya, tetapi yang paling siap memikul tanggung jawab. Khidmah dengan ilmu dan adab adalah jalan NU sejak dahulu hingga kini,” dawuhnya.

PKD Angkatan I ini diikuti oleh kader-kader muda dari berbagai ranting GP Ansor se-Kalapanunggal. Mereka dibekali materi ke-Aswaja-an, ke-Ansor-an, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan. Seluruh proses diarahkan untuk melahirkan kader yang tidak hanya taat struktur, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Dari Pesantren Al-Manshuurriyyah, PKD ini menandai awal perjalanan kader Ansor Kalapanunggal. Sebuah ikhtiar menanam benih kepemimpinan yang tumbuh dalam naungan tradisi, berakar pada nilai, dan berbuah pengabdian. Inilah wajah kaderisasi Ansor: tenang dalam akhlak, teguh dalam prinsip, dan istiqamah dalam khidmah.

_____
Editor : Moch Fahmi Amiruddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia”

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

“Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa”

16 Maret 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara

8 Maret 2026 - 17:25 WIB

” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

1 Maret 2026 - 18:34 WIB

Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Trending di News