
(Peserta FGD)
Sukabumi — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup terus digelorakan oleh kalangan pelajar di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Peran Pelajar dalam Menjaga Lingkungan demi Kehidupan yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh IPNU dan IPPNU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kalapanunggal, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Rompok Coffee Darul Ahkam ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, serta perwakilan organisasi sosial dan keagamaan. FGD dilaksanakan sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB dengan suasana diskusi yang interaktif, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan.
FGD menghadirkan Bayu Permana, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Bayu menekankan bahwa isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.
“Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau sejak sekarang sudah punya kesadaran lingkungan, maka keberlanjutan hidup di masa depan akan lebih terjamin,” ujar Bayu Permana saat menyampaikan materi.
Dalam forum tersebut, Bayu juga mengulas secara mendalam mengenai Peraturan Daerah (Perda) Patanjala, sebuah regulasi strategis Kabupaten Sukabumi yang disahkan pada November 2025. Perda ini bertujuan melindungi kawasan sumber mata air dengan mengedepankan pendekatan kearifan lokal Sunda, yang merujuk pada naskah kuno Amanat Galunggung abad ke-13.
“Perda Patanjala ini bukan sekadar aturan, tetapi refleksi kearifan lokal Sunda yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasinya,” tegasnya.
Ketua PAC IPNU Kalapanunggal, Ilham Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari upaya organisasi pelajar untuk meningkatkan literasi lingkungan serta membangun kesadaran kolektif di kalangan generasi muda.
“Kami ingin pelajar tidak hanya tahu isu lingkungan secara teori, tapi juga tergerak melakukan aksi nyata di sekolah, rumah, dan masyarakat,” kata Ilham.
Senada dengan itu, Ketua PAC IPPNU Kalapanunggal, Nindi Indriyani, menambahkan bahwa pelajar, khususnya pelajar perempuan, memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.
“Perubahan besar selalu dimulai dari hal kecil. Kalau pelajar sudah terbiasa peduli lingkungan, maka nilai itu akan terbawa sampai dewasa,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan dan pengalaman yang disampaikan peserta. Sejumlah isu strategis mengemuka, seperti pentingnya edukasi lingkungan di sekolah, pengelolaan sampah berbasis komunitas, penghijauan, penghematan sumber daya alam, serta kolaborasi lintas organisasi pemuda dalam mengawal kebijakan lingkungan di tingkat kabupaten.
Salah seorang peserta FGD, Rizwan Nurfalah, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru dan memotivasi pelajar untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan.
“Diskusi ini membuka perspektif kami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk pelajar,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan legislatif daerah terhadap inisiatif pemuda dalam isu keberlanjutan juga menjadi sorotan utama. Para peserta berharap adanya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan program-program lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan FGD diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua PAC IPNU Kecamatan Kalapanunggal serta Owner Rompok Coffee Darul Ahkam, dilanjutkan sesi ice breaking yang mempererat interaksi antar pelajar dan mahasiswa. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab bersama narasumber dan pembacaan doa bersama.
Selama pelaksanaan kegiatan, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menerapkan hasil diskusi dalam kehidupan sehari-hari maupun program kerja organisasi masing-masing.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU–IPPNU Kalapanunggal berharap dapat memperkuat peran pelajar sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup demi terwujudnya kehidupan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.









