Menu

Mode Gelap
“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “ Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

News

Lereng Gunung Salak Kini Gundul: DPRD Sukabumi Mendesak Penetapan Kawasan Konservasi

badge-check


					Lereng Gunung Salak Kini Gundul: DPRD Sukabumi Mendesak Penetapan Kawasan Konservasi Perbesar

Nuqtoh.or.id — Kawasan hutan di Blok Cangkuang, lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan parah akibat aktivitas penebangan liar. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat lokal yang hidup dalam bayangan risiko ekologis serius.

Hutan Rusak, Warga Terancam Krisis Air

Warga Desa Cidahu, Jayabakti, dan Pondokaso menyatakan bahwa dari luas sekitar 70 hektare hutan, hampir separuhnya kini gundul. Lebih dari 15.000 batang pohon berkayu tinggi—seperti Mangong, Damar, Jengjeng, Pasah, Saninten, Puspa, bahkan pohon Pinus hasil reboisasi—ditebang tanpa pengawasan.
Akibat vegetasi berkurang, ketersediaan air bersih menurun drastis. Kolam penampungan warga tak lagi penuh, dan air cepat keruh meski hujan sebentar.

Bayu Permana Dorong Penetapan Zona Konservasi

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Bayu Permana, menyampaikan bahwa Blok Cangkuang termasuk kawasan enklave—wilayah yang secara administratif bukan dalam kawasan resmi taman nasional namun berada dalam satu ekosistem lereng Gunung Salak. Karena itu, menurutnya, perlu ditetapkan sebagai kawasan lindung atau konservasi meski secara administratif belum menjadi bagian dari taman nasional (Sukabumi update).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia”

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

“Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa”

16 Maret 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara

8 Maret 2026 - 17:25 WIB

” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

1 Maret 2026 - 18:34 WIB

Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Trending di News