Menu ✖

Mode Gelap
Dr. (C) Moch Fahmi Amiruddin, M.Pd. Menautkan Tradisi Pesantren, Intelektualitas, dan Transformasi Digital Di Antara Kalam dan Zaman: Menyemai Nalar Kritis, Menumbuhkan Generasi yang Tak Kehilangan Arah Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan

Artikel

Dr. (C) Moch Fahmi Amiruddin, M.Pd. Menautkan Tradisi Pesantren, Intelektualitas, dan Transformasi Digital

badge-check


					Dr. (C) Moch Fahmi Amiruddin, M.Pd. Menautkan Tradisi Pesantren, Intelektualitas, dan Transformasi Digital Perbesar

Moch Fahmi Amiruddin, M.Pd. merupakan akademisi, aktivis pergerakan, penggerak kepemudaan, dan technopreneur asal Sukabumi, Jawa Barat. Lahir di Sukabumi pada 19 Juli 1997, ia menapaki perjalanan intelektual melalui pendidikan formal, tradisi pesantren, gerakan mahasiswa, serta pengalaman profesional di bidang pendidikan, teknologi informasi, dan kewirausahaan.

Perjalanan Fahmi merepresentasikan pertemuan antara tradisi keilmuan pesantren, semangat intelektualisme mahasiswa, dan tuntutan transformasi digital. Baginya, pendidikan bukan semata-mata proses memperoleh pengetahuan, melainkan jalan untuk membangun kesadaran, memperluas kebermanfaatan, dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Dengan pengalaman yang melintasi ruang akademik, organisasi, dan dunia usaha, ia mengembangkan perhatian pada pengelolaan pendidikan, penguatan sumber daya manusia, pengembangan komunitas, serta pemanfaatan teknologi sebagai instrumen perubahan sosial.

Latar Belakang Pendidikan dan Tradisi Pesantren

Fahmi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Sukabumi, yakni RA An-Nashiriyah, MI Cibolang Kidul, MTs Nurul Huda, dan MA Sunanul Huda. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi pada jenjang sarjana dan magister di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam riwayat pendidikannya, ia juga tercatat menempuh pendidikan doktoral di perguruan tinggi yang sama.

Selain pendidikan formal, Fahmi memiliki pengalaman pendidikan nonformal di sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Nurul Huda, Siqoyaturrahmah Sukabumi, Al-Falah II Nagrek Bandung, An-Nidzom Sukabumi, Al-I’tishom Cianjur, Ashomadiyah Cimande Bogor, Al-Masthuriyah Sukabumi, dan Sunanul Huda Sukabumi.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembentukan wawasan keislaman dan intelektualitasnya. Tradisi pesantren yang menekankan adab, kedalaman ilmu, dan kesinambungan sanad keilmuan berjalan berdampingan dengan pengalaman akademik dan keterlibatannya dalam berbagai organisasi.

Bagi Fahmi, tradisi keilmuan dan modernitas bukan dua kutub yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat dipertemukan dalam ikhtiar membangun pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap perkembangan zaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kiprah Akademik dan Pengembangan Pendidikan

Dalam bidang akademik, Fahmi tercatat pernah mengabdi sebagai dosen di STAI Al-Badar Cipulus, Purwakarta, pada 2022. Pada periode yang sama, ia juga tercatat memiliki pengalaman sebagai kepala pusat lembaga teknologi di institusi tersebut.

Ia kemudian bergabung dengan Institut Al-Masthuriyah Sukabumi pada 2023. Berdasarkan CV-nya, ia mengemban sejumlah tanggung jawab, yaitu sebagai dosen tetap, Sekretaris Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Kepala Lembaga Pusat Data dan Informasi Institut.

Selain itu, Fahmi tercatat mengajar di MTs Nurul Huda sejak 2022. Pengalaman di pendidikan dasar dan menengah serta perguruan tinggi memberinya ruang untuk terlibat dalam proses pendidikan pada berbagai jenjang.

Kiprahnya memperlihatkan persinggungan antara pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan program studi, tata kelola kelembagaan, dan pengembangan sistem informasi. Bidang-bidang tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong institusi pendidikan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Fahmi, pengembangan pendidikan tidak cukup berhenti pada transfer pengetahuan di ruang kelas. Pendidikan juga memerlukan tata kelola yang baik, penguatan kapasitas sumber daya manusia, budaya akademik yang sehat, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Aktivisme Mahasiswa dan Kepemimpinan Organisasi

Jejak organisasi Fahmi tumbuh melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Rayon Tarbiyah PMII Komisariat UIN pada periode 2017–2018 dan Wakil Ketua I PMII Komisariat UIN Kota Bandung pada periode 2018–2019.

Dalam perkembangan kiprahnya, ia tercatat terlibat di Lembaga Pesantren dan Dakwah Pengurus Besar PMII untuk periode 2024–2027. Keterlibatan ini menjadi bagian dari perjalanannya dalam gerakan mahasiswa yang bersinggungan dengan pengembangan intelektualitas, kaderisasi, dan dakwah.

Pada 2026–2027, Fahmi juga mengemban amanah sebagai Lurah Cakrawala Indonesia Bangkit (BIB) LPDP UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Amanah tersebut menambah ruang pengabdiannya di lingkungan komunitas akademik dan mahasiswa, khususnya dalam penguatan solidaritas, kolaborasi, serta pengembangan potensi anggota komunitas.

Kepemimpinan, dalam pandangan pengabdian yang dijalaninya, bukan sekadar jabatan organisatoris. Ia merupakan tanggung jawab untuk membangun ruang dialog, merawat kebersamaan, dan menghubungkan kapasitas individu dengan cita-cita kolektif.

Selain PMII dan BIB LPDP, Fahmi memiliki pengalaman dalam berbagai organisasi lintas bidang. Ia pernah menjadi Direktur Asosiasi Masyarakat Wirausaha pada periode 2019–2024, Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sukabumi pada 2020–2022, serta terlibat dalam Lembaga Publikasi IPNU Jawa Barat pada 2022–2024.

Dalam bidang ekonomi umat, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kabupaten Sukabumi pada periode 2023–2025. Ia juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi untuk periode 2024–2029.

Pengalaman organisasi lainnya meliputi jabatan Ketua Umum Rumah Pemuda Progresh Indonesia pada 2019–2023, Ketua Konsains (Komunitas Desain) Kota Bandung pada 2019–2021, serta Ketua Pengurus IKSANDA pada 2024–2025.

Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam spektrum gerakan yang beragam, mulai dari kaderisasi mahasiswa, pengembangan kepemudaan, dakwah, publikasi, hingga pemberdayaan ekonomi. Aktivisme menjadi ruang pembelajaran sosial untuk mempertemukan gagasan dengan realitas, sekaligus menguji sejauh mana pengetahuan dapat memberikan kontribusi nyata.

Kaderisasi dan Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan

Selain pengalaman kepengurusan, Fahmi juga mengikuti jenjang kaderisasi formal PMII. Ia tercatat mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) pada 2016, Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada 2017, serta Pelatihan Kader Lanjut (PKL) pada 2021.

Proses kaderisasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembentukan kapasitas organisasi dan kepemimpinannya. Kaderisasi tidak hanya memberikan pengalaman struktural, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran tentang ideologi, tanggung jawab sosial, pengorganisasian, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Pengalaman tersebut beririsan dengan keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan dan komunitas akademik. Dalam ruang-ruang tersebut, kepemimpinan dipertemukan dengan kebutuhan untuk membangun generasi yang memiliki ketajaman berpikir, kedewasaan bersikap, dan kemampuan merespons perubahan.

Teknologi Informasi dan Kewirausahaan

Di luar dunia pendidikan dan organisasi, Fahmi mengembangkan kiprah di sektor teknologi dan kewirausahaan. Ia merupakan pendiri dan pemilik PT Arafah Digitech Ltd, yang tercatat dalam CV sejak 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Chief Technology Officer di CV Lanupi pada periode 2018–2022.

Pengalaman tersebut berjalan seiring dengan keterampilannya dalam desain grafis, produksi video, pemrograman atau coding, serta pengoperasian perangkat perkantoran. Kompetensi ini menjadi modal untuk memahami hubungan antara teknologi, kreativitas, dan pengembangan organisasi.

Pada 2026, Fahmi juga tercatat mendirikan dan mengelola Warkop Amkop Mobile. Ia turut berkecimpung dalam bidang kopi melalui Arafah Coffee, dengan pengalaman sebagai roaster sejak 2020.

Keterlibatannya dalam sektor digital dan usaha kopi memperlihatkan minat pada ruang kewirausahaan yang mempertemukan kreativitas, pelayanan, inovasi, dan pengembangan usaha. Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai bagaimana gagasan dapat diterjemahkan menjadi inisiatif produktif.

Bagi Fahmi, teknologi dan kewirausahaan memiliki ruang untuk saling menguatkan. Teknologi dapat menjadi instrumen efisiensi dan inovasi, sementara kewirausahaan menyediakan ruang untuk menguji gagasan, membangun kemandirian, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial.

Kompetensi dan Bidang Minat

Fahmi memiliki keterampilan dalam sejumlah bidang yang mendukung aktivitas profesionalnya, meliputi public speaking, desain grafis, produksi video, pemrograman atau coding, pengoperasian perangkat perkantoran, serta keterampilan barista dan roasting kopi.

Adapun bidang yang beririsan dengan perjalanan akademik dan profesionalnya meliputi pendidikan Islam, manajemen pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, teknologi informasi, organisasi kepemudaan, pesantren, dan kewirausahaan.

Perpaduan tersebut memperlihatkan lintasan pengembangan diri yang tidak terbatas pada satu disiplin. Ia berupaya mempertemukan pengetahuan akademik, pengalaman organisasi, keterampilan teknis, dan praktik kewirausahaan dalam satu orientasi pengabdian.

Visi Intelektual dan Orientasi Pengabdian

Perjalanan Moch Fahmi Amiruddin memperlihatkan upaya membangun jembatan antara dunia akademik, tradisi pesantren, organisasi kepemudaan, komunitas mahasiswa, teknologi, dan kewirausahaan.

Masing-masing bidang memberikan pengalaman yang berbeda, tetapi memiliki satu titik temu: bagaimana pengetahuan dan keterampilan dapat dikelola menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam dunia pendidikan, ia berkiprah melalui pengajaran dan pengelolaan kelembagaan. Dalam organisasi, ia terlibat dalam kaderisasi, kepemimpinan, dan pengembangan gerakan. Sementara itu, melalui teknologi dan kewirausahaan, ia memperoleh pengalaman dalam inovasi, pengembangan usaha, dan pemanfaatan keterampilan teknis.

Orientasi tersebut selaras dengan semboyan yang tercantum dalam CV-nya: Khairunnasi anfa’uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Semboyan tersebut merefleksikan nilai pengabdian yang menghubungkan perjalanan intelektual dengan tanggung jawab sosial. Pengetahuan tidak semestinya berhenti sebagai akumulasi gelar, jabatan, atau pengakuan, tetapi perlu menjelma menjadi kemampuan untuk membaca persoalan, merumuskan solusi, dan menghadirkan manfaat.

Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, serta keterlibatan dalam berbagai sektor profesional, Moch Fahmi Amiruddin terus membangun ruang kontribusi di persimpangan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat.

Bidang kiprah: Pendidikan Islam, manajemen pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan kelembagaan, organisasi kepemudaan, pesantren, teknologi informasi, dan kewirausahaan.

Prinsip pengabdian: Khairunnasi anfa’uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

—

Profil ini disusun berdasarkan riwayat pendidikan, organisasi, dan pengalaman kerja dalam CV Moch Fahmi Amiruddin, M.Pd.,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Antara Kalam dan Zaman: Menyemai Nalar Kritis, Menumbuhkan Generasi yang Tak Kehilangan Arah

22 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya

7 April 2026 - 00:52 WIB

Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan

12 Maret 2026 - 22:03 WIB

Di Antara Bara dan Rahim Bumi: Sukabumi Menakar Energi dalam Timbangan Maslahat

13 Februari 2026 - 18:13 WIB

foto : istimewa (hanya ilustrasi)

Ketika Akal Menolak Berlutut: Pencerahan, Moral Otonom, dan Martabat Manusia

10 Februari 2026 - 11:40 WIB

Trending di Artikel