Bandung — Anggota DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi guru swasta Kota Bandung dalam pertemuan yang digelar di Jl. Sasak Gantung. Fokus dialog mengerucut pada satu persoalan mendasar: ketimpangan mutu dan perlakuan terhadap guru swasta dalam sistem pendidikan nasional.
Di hadapan para pendidik, Habib Syarief menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak mungkin melampaui kualitas guru. Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan paradoks: tuntutan profesionalisme terus meningkat, sementara akses peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru swasta masih tertinggal.

Para guru mengungkapkan keterbatasan pelatihan, rumitnya sertifikasi, hingga minimnya dukungan negara. Menurut Habib Syarief, persoalan ini mencerminkan kebijakan pendidikan yang belum sepenuhnya berangkat dari realitas lapangan.
Ia menyatakan DPR memiliki kewenangan mendorong regulasi dan anggaran, meski kerap terbentur pada aspek teknis pelaksanaan di daerah. Karena itu, ia menekankan perlunya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar peningkatan mutu guru tidak berhenti sebagai slogan.
Reses ini menegaskan satu pesan: pendidikan yang adil hanya mungkin terwujud jika negara hadir secara nyata dalam memperjuangkan nasib dan mutu guru, tanpa membedakan status sekolah.
Penulis : M. Hilman









