Menu ✖

Mode Gelap
Cermin yang Dikirim Langit di Tengah Ragu—Saat Semesta Memberi Tanda dan Menggenapkan Kehendak-Nya “Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia” “Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa” Di Antara Nafas dan Langkah: Mencari Arah Hidup dalam Cermin Kebermanfaatan DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara ” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

News

Gerakan Pemuda Ansor Cipeundeuy Kecam Konten Trans7 yang Menghina Kyai, Santri, dan Kehidupan Pesantren

badge-check

Cipeundeuy, 14 Oktober 2025— Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Cipeundeuy menyampaikan protes keras terhadap salah satu tayangan di Trans 7 yang dinilai telah mengandung unsur penghinaan terhadap kyai, santri, dan kehidupan pesantren. Tayangan tersebut menuai reaksi luas dari masyarakat karena dianggap melecehkan simbol-simbol keagamaan dan nilai luhur pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa.

Ketua GP Ansor Cipeundeuy menyatakan bahwa konten seperti itu tidak hanya melukai perasaan warga Nahdliyin dan komunitas pesantren, tetapi juga berpotensi merusak citra lembaga penyiaran nasional yang seharusnya menjunjung tinggi nilai edukasi, etika, dan budaya bangsa.

“Kami menilai tayangan itu mencederai kehormatan ulama dan santri. Pesantren bukan objek lelucon, melainkan lembaga yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan menjadi penjaga moral masyarakat,” tegas Ketua GP Ansor Cipeundeuy.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, GP Ansor Cipeundeuy mengeluarkan lima tuntutan resmi kepada pihak Trans 7, yakni:

  1. Meminta permintaan maaf terbuka kepada seluruh kyai, santri, dan masyarakat pesantren melalui siaran resmi di televisi dan media sosial Trans 7.

  2. Menarik dan menghapus seluruh tayangan maupun cuplikan yang berisi unsur penghinaan terhadap pesantren dari seluruh platform digital.

  3. Mendorong KPI untuk memberikan sanksi tegas terhadap program dan pihak yang terlibat, serta meminta Trans 7 melakukan evaluasi internal mendalam.

  4. Mengajak Trans 7 berkomitmen menghadirkan konten yang edukatif dan berbudaya, serta membuka ruang kerja sama dengan lembaga pesantren dalam pengembangan tayangan positif.

  5. Menuntut diadakannya dialog terbuka antara manajemen Trans 7 dan perwakilan GP Ansor serta tokoh pesantren, sebagai langkah pemulihan moral dan pemahaman publik.

“Kami tidak anti-hiburan, tetapi hiburan tidak boleh menginjak nilai agama dan kehormatan ulama. Bila tuntutan ini diabaikan, kami siap menempuh langkah hukum dan aksi sosial sesuai koridor konstitusional,” tambahnya.

Gerakan Pemuda Ansor Cipeundeuy juga mengajak seluruh kader dan masyarakat luas untuk tetap menempuh jalur damai dan bermartabat dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus terus menjaga nama baik pesantren dan tradisi Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

“Habib Syarief: 4 Pilar Bukan Sekadar Materi, Tapi Jalan Menyelamatkan Anak Indonesia”

17 Maret 2026 - 15:55 WIB

“Saat Polarisasi Menguat, 4 Pilar Didorong Jadi Kompas Moral Bangsa”

16 Maret 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Habib Syarief : Menakar Kebijakan PPPK Paruh Waktu: Antara Efektivitas, Keadilan, dan Beban Anggaran Negara

8 Maret 2026 - 17:25 WIB

” Ketika Piring Lebih Diutamakan dari Pikiran “

1 Maret 2026 - 18:34 WIB

Menguji Keadilan PPPK Paruh Waktu di Bandung Raya

24 Februari 2026 - 10:04 WIB

Trending di News